Eco Mining DataTambang · Eco WatchMasukBuat akun gratis
Profil provinsi · data publik

Izin tambang dan dampak lingkungan di Sulawesi Selatan

Bagian dari Sulawesi: lihat pulau

Sulawesi Selatan (ibu kota Makassar) memiliki 163 izin usaha pertambangan yang tercatat, terutama batuan & pasir, batu gamping. Wilayah terbuka dan terdampak tambang yang terpetakan mencakup 2.395 ha. Pada 2025 tercatat kehilangan tutupan hutan 14.693 ha. Belum ada buletin lingkungan yang diterbitkan untuk provinsi ini.

Peta statis provinsi Sulawesi Selatan dengan garis batas yang disederhanakan; izin tambang terutama batuan & pasir, batu gamping.
Peta statis (batas disederhanakan). Peta interaktif tersedia di aplikasi.
Izin tambang
163
IUP/IUPK/IPR aktif
Sumber: ESDM MODI / Geoportal ESDM ·
Wilayah terdampak
2.395ha
lahan terbuka dan rusak akibat tambang
Sumber: Cheng et al. 2026 + Maus et al. 2022 ·
Kehilangan hutan
14.693ha
tahun terakhir (2025)
Sumber: Hansen/UMD Global Forest Change (v1.13) ·
Buletin
0
diterbitkan dan ditinjau
Sumber: ESMI ·

Wilayah terdampak mencakup pencemaran dan kerusakan fisik lahan, baik dari tambang berizin maupun tanpa izin.

Izin per komoditas

KomoditasIzin
batuan & pasir95
batu gamping21
nikel19
lempung9
lainnya9
pasir kuarsa6
emas4

Sumber: ESDM MODI / Geoportal ESDM · Diperbarui 24 Okt 2026

Kehilangan hutan per tahun

Tahunha
201631.048
201724.193
201819.557
201923.076
202014.349
202110.303
202216.056
202327.135
20249.658
202514.693

Sumber: Hansen/UMD Global Forest Change (v1.13) · Diperbarui 24 Okt 2026

Status SDG

Belum ada data

Izin menurut status

  • Aktif163
  • Dalam persiapan (WIUP)446
  • Dihentikan sementara3
  • Kedaluwarsa6
  • Zona pertambangan rakyat (WPR), status tidak diketahui15

WIUP adalah wilayah yang disiapkan untuk izin, belum izin. WPR adalah zona pertambangan rakyat skala kecil. Hanya "aktif" yang dihitung sebagai izin dalam angka utama.

Sumber: ESDM MODI / Geoportal ESDM · Diperbarui 24 Okt 2026

Lebih lanjut tentang provinsi ini

  • Sekitar 66,9 % lahan berupa hutan (tajuk pohon minimal 30 %, tahun 2000).
  • 14 dari 24 kabupaten dan kota punya 3 izin aktif atau lebih.

Sumber: Hansen/UMD Global Forest Change (v1.13) · Diperbarui 24 Okt 2026

Kabupaten dan kota di Sulawesi Selatan

Pilih kabupaten atau kota untuk melihat izin tambang dan wilayah terdampak di tingkat setempat.

Sejarah pertambangan di Sulawesi Selatan

Lini masa bersumber, sejauh sumber menjangkau. Setiap titik menyebut sumbernya dan seberapa pasti. Jika hanya dilaporkan atau diceritakan turun-temurun, batasannya dicantumkan.

Sebelum 1500

  1. sekitar 700–800 M
    ArkeologiTerdokumentasi

    Desa peleburan besi di dasar Danau Matano

    Pulau Ampat, Danau Matano, Luwu Timur · besi

    Penyelam menemukan sisa permukiman peleburan besi di dasar Danau Matano. Penanggalan radiokarbon menunjukkan bijih besi sudah dilebur di sini sejak abad ke-8. Ini penelitian arkeologi bawah air pertama tentang produksi besi di Asia.

    Batasan: Penanggalan berlaku untuk satu situs ini; skala produksinya belum diketahui.

    Sumber: Shinatria Adhityatama; R.R. Triwurjani; Suryatman; David Bulbeck et al. (2022) Pulau Ampat site: A submerged 8th century iron production village in Matano Lake, South Sulawesi, Indonesia. Archaeological Research in Asia · diakses 24 Okt 2026

  2. sekitar 700–800 M
    ArkeologiTerdokumentasiSeluruh pulau

    Desa peleburan besi di dasar Danau Matano

    Pulau Ampat, Danau Matano, Luwu Timur · besi

    Penyelam menemukan sisa permukiman peleburan besi di dasar Danau Matano. Penanggalan radiokarbon menunjukkan bijih besi sudah dilebur di sini sejak abad ke-8. Ini penelitian arkeologi bawah air pertama tentang produksi besi di Asia.

    Batasan: Penanggalan berlaku untuk satu situs ini; skala produksinya belum diketahui.

    Sumber: Shinatria Adhityatama; R.R. Triwurjani; Suryatman; David Bulbeck et al. (2022) Pulau Ampat site: A submerged 8th century iron production village in Matano Lake, South Sulawesi, Indonesia. Archaeological Research in Asia · diakses 24 Okt 2026

  3. sekitar 1000–1700
    ArkeologiTerdokumentasi

    Peleburan besi berabad-abad di Nuha dan Matano

    Nuha dan Matano desa, Danau Matano, Luwu Timur · besi

    Proyek OXIS menggali lapisan sisa peleburan, tuyere dan arang di Matano dan Nuha pada 1998–1999. Lapisan terbawah di Nuha berasal dari abad ke-11–13, lapisan teratas dari abad ke-17 atau lebih muda. Artinya besi dilebur hampir sepanjang milenium kedua.

    Batasan: Penanggalan radiokarbon memiliki rentang ketidakpastian beberapa abad.

    Sumber: David Bulbeck; Ian Caldwell (2000) Land of Iron: The Historical Archaeology of Luwu and the Cenrana Valley (OXIS project results) · diakses 24 Okt 2026

  4. sekitar 1000–1700
    ArkeologiTerdokumentasiSeluruh pulau

    Peleburan besi berabad-abad di Nuha dan Matano

    Nuha dan Matano desa, Danau Matano, Luwu Timur · besi

    Proyek OXIS menggali lapisan sisa peleburan, tuyere dan arang di Matano dan Nuha pada 1998–1999. Lapisan terbawah di Nuha berasal dari abad ke-11–13, lapisan teratas dari abad ke-17 atau lebih muda. Artinya besi dilebur hampir sepanjang milenium kedua.

    Batasan: Penanggalan radiokarbon memiliki rentang ketidakpastian beberapa abad.

    Sumber: David Bulbeck; Ian Caldwell (2000) Land of Iron: The Historical Archaeology of Luwu and the Cenrana Valley (OXIS project results) · diakses 24 Okt 2026

  5. sekitar 1300–1400
    Sebelum masa kolonialDilaporkan

    Pamor Luwu: besi untuk keris Jawa

    Danau Matano dan Luwu · besi

    Di Jawa, 'pamor Luwu' dikenal sebagai besi untuk pola pada bilah keris. Peneliti mengaitkannya dengan bijih Danau Matano yang mengandung 1–2 % nikel. Tim OXIS menyimpulkan industri besi Matano sudah ada paling lambat abad ke-14.

    Batasan: Peran nikel masih diperdebatkan: banyak keris yang dianalisis hanya mengandung sedikit atau tanpa nikel.

    Sumber: David Bulbeck; Ian Caldwell (2000) Land of Iron: The Historical Archaeology of Luwu and the Cenrana Valley (OXIS project results) · diakses 24 Okt 2026

  6. sekitar 1300–1400
    Sebelum masa kolonialDilaporkanSeluruh pulau

    Pamor Luwu: besi untuk keris Jawa

    Danau Matano dan Luwu · besi

    Di Jawa, 'pamor Luwu' dikenal sebagai besi untuk pola pada bilah keris. Peneliti mengaitkannya dengan bijih Danau Matano yang mengandung 1–2 % nikel. Tim OXIS menyimpulkan industri besi Matano sudah ada paling lambat abad ke-14.

    Batasan: Peran nikel masih diperdebatkan: banyak keris yang dianalisis hanya mengandung sedikit atau tanpa nikel.

    Sumber: David Bulbeck; Ian Caldwell (2000) Land of Iron: The Historical Archaeology of Luwu and the Cenrana Valley (OXIS project results) · diakses 24 Okt 2026

  7. 1365
    Sebelum masa kolonialTerdokumentasi

    Luwu disebut dalam syair Majapahit

    Luwu (Gulf dari Bone) · besi

    Syair Jawa Desawarnana (Nagarakertagama) tahun 1365 menyebut Luwu sebagai wilayah di bawah pengaruh Majapahit. Ini sebutan tertulis tertua tentang Luwu. Sejarawan melihat perdagangan besi sebagai salah satu alasan hubungan dengan Jawa.

    Batasan: Syair itu menyebut Luwu, bukan besinya; kaitan dengan perdagangan besi adalah tafsiran peneliti.

    Sumber: David Bulbeck; Ian Caldwell (2000) Land of Iron: The Historical Archaeology of Luwu and the Cenrana Valley (OXIS project results) · diakses 24 Okt 2026

  8. 1365
    Sebelum masa kolonialTerdokumentasiSeluruh pulau

    Luwu disebut dalam syair Majapahit

    Luwu (Gulf dari Bone) · besi

    Syair Jawa Desawarnana (Nagarakertagama) tahun 1365 menyebut Luwu sebagai wilayah di bawah pengaruh Majapahit. Ini sebutan tertulis tertua tentang Luwu. Sejarawan melihat perdagangan besi sebagai salah satu alasan hubungan dengan Jawa.

    Batasan: Syair itu menyebut Luwu, bukan besinya; kaitan dengan perdagangan besi adalah tafsiran peneliti.

    Sumber: David Bulbeck; Ian Caldwell (2000) Land of Iron: The Historical Archaeology of Luwu and the Cenrana Valley (OXIS project results) · diakses 24 Okt 2026

1500–1799: Portugis, Spanyol, dan VOC

  1. sekitar 1512–1535
    Sebelum masa kolonialTerdokumentasiSeluruh pulau

    Emas dari Sulawesi Utara ke Ternate

    Siau dan the utara Sulawesi coast · emas

    Tak lama setelah 1512, Tomé Pires dari Portugis mencatat pedagang dari Siau membawa emas ke Ternate. Orang Spanyol Urdaneta (1526–1535) menulis bahwa 'Celebes' mengirim emas ke Maluku setiap tahun. Ini catatan tertulis tertua tentang emas dari utara.

    Batasan: Sumber tidak menyebut lokasi penambangannya.

    Sumber: David Henley (1993) A Superabundance of Centers: Ternate and the Contest for North Sulawesi. Cakalele 4: 39-60 · diakses 24 Okt 2026

  2. 1667–1700
    VOCDilaporkanSeluruh pulau

    VOC campur tangan atas emas Gorontalo

    Gorontalo · emas

    Setelah Perjanjian Bongaya (18 November 1667) VOC memperluas kuasa atas wilayah bekas pengaruh Gowa. Gorontalo berada di bawah pengawasan gubernur VOC di Ternate. Sejak itu VOC ikut mengatur emas.

    Batasan: Kontrak emas VOC dengan Gorontalo dan Limboto belum dicek di arsip.

    Sumber: Hasanuddin Anwar; Retno Sekarningrum; Muhammad Nur Ichsan Azis; Irna Saptaningrum; Hendri Gunawan (2023) Commodities and the Dynamics of Commercial Shipping Activity at Gorontalo in 19th Century. ICLC 2022, ASSEHR 756: 7 · diakses 24 Okt 2026

  3. 1670–1700
    VOCTerdokumentasi

    Sumber VOC tentang besi Luwu

    Luwu dan Danau Matano · besi

    Pejabat VOC Speelman pada 1670 menjadi orang Eropa pertama yang mencatat ekspor besi dari Luwu. Pada abad yang sama Rumphius menulis bahwa besi Matano hampir setara baja. Hingga abad ke-20 perkakas besi Matano diperdagangkan ke Maluku.

    Sumber: David Bulbeck; Ian Caldwell (2000) Land of Iron: The Historical Archaeology of Luwu and the Cenrana Valley (OXIS project results) · diakses 24 Okt 2026

  4. 1670–1700
    VOCTerdokumentasiSeluruh pulau

    Sumber VOC tentang besi Luwu

    Luwu dan Danau Matano · besi

    Pejabat VOC Speelman pada 1670 menjadi orang Eropa pertama yang mencatat ekspor besi dari Luwu. Pada abad yang sama Rumphius menulis bahwa besi Matano hampir setara baja. Hingga abad ke-20 perkakas besi Matano diperdagangkan ke Maluku.

    Sumber: David Bulbeck; Ian Caldwell (2000) Land of Iron: The Historical Archaeology of Luwu and the Cenrana Valley (OXIS project results) · diakses 24 Okt 2026

  5. 1677–1681
    VOCTerdokumentasiSeluruh pulau

    Sulawesi Utara di bawah VOC

    Manado, Minahasa, Sangihe, Gorontalo · emas

    Antara 1677 dan 1681 Sangihe, Minahasa dan jazirah sejak Gorontalo ke timur jatuh ke tangan VOC. Kompeni lalu membeli langsung hasil seperti emas, kulit penyu dan lilin dari produsen lokal.

    Sumber: David Henley (1993) A Superabundance of Centers: Ternate and the Contest for North Sulawesi. Cakalele 4: 39-60 · diakses 24 Okt 2026

1800–1941: masa kolonial

  1. sekitar 1896–1940
    Pemerintahan kolonialTerdokumentasiSeluruh pulau

    Lebih dari 13 ton emas dari Paleleh dan Totok

    Paleleh (Buol) dan Ratatotok (Minahasa Tenggara) · emas

    Tambang kolonial Paleleh dan Totok (Ratatotok) bersama-sama menghasilkan lebih dari 13 ton emas. Emas berasal dari urat kuarsa dan endapan eluvial.

    Batasan: Angka ini total; rincian per tambang dan per tahun tidak ada di sumber ini.

    Sumber: S.L. Garwin (1996) The settings and styles of gold mineralization in Southeast Asia. Geological Society of Malaysia, Annual Geological Conference '96 · diakses 24 Okt 2026

  2. 1901–1915
    Pemerintahan kolonialDilaporkan

    Laporan awal nikel di Sorowako

    Sorowako, Luwu Timur · nikel

    Menurut sumber kemudian, nikel di Sorowako mulai dicatat sekitar 1901. Pada 1915 insinyur tambang Belanda E.C. Abendanon melaporkan endapan nikel di Sorowako.

    Batasan: Tahun 1901 dan penemunya disebut berbeda-beda; arsip aslinya belum diperiksa.

    Sumber: Adam Bobbette (2022) Short Cuts: In Sorowako. London Review of Books 44(16) · diakses 24 Okt 2026

  3. 1909–1910
    Pemerintahan kolonialTerdokumentasiSeluruh pulau

    Ekspedisi geologi melintasi Sulawesi Tengah

    Central dan Southeast Sulawesi

    Pada 1909–1910 insinyur tambang E.C. Abendanon menjelajahi Sulawesi Tengah. Laporannya dalam empat jilid (1915–1918) memuat peta geologi pertama untuk sebagian besar pedalaman.

    Batasan: Sumber kemudian menyebut ia menemukan bijih nikel di Pomalaa pada 1909; hal itu belum diperiksa di karya aslinya.

    Sumber: E.C. Abendanon (1915) Midden-Celebes-Expeditie: geologische en geographische doorkruisingen van Midden-Celebes (1909-1910), 4 vols + atlas, Leiden: E.J. Brill · diakses 24 Okt 2026

  4. 1924–1941
    Pemerintahan kolonialTerdokumentasiSeluruh pulau

    Aspal Buton ditemukan dan ditambang

    Kabungka dan Lawele, Buton

    Geolog Belanda W.H. Hetzel mencatat aspal alam di Buton pada 1924. Sejak 1925 Boeton Maatschappij menambangnya hingga pendudukan Jepang 1942. Aspal ini sudah dipakai untuk jalan pada 1926.

    Sumber: Awang H. Satyana; Ngakan A. Ascaria; Alfathony Krisnabudhi; Ragil D. Prasetyo (2023) Prospectivities of Buton area, Southeast Sulawesi: new insights from revisiting integrated geological-geophysical-geochemical data. IPA · diakses 24 Okt 2026

  5. 1934
    Pemerintahan kolonialDilaporkan

    Sumur uji oleh geolog Inco

    Sorowako, Luwu Timur · nikel

    Pada 1934 seorang geolog perusahaan Kanada Inco menggali sumur uji di Sorowako dan membuat studi kelayakan awal. Inco sendiri menyebut eksplorasi dimulai pada 1920-an.

    Batasan: Rincian berasal dari sumber sekunder; tidak ada produksi sebelum 1978.

    Sumber: Adam Bobbette (2022) Short Cuts: In Sorowako. London Review of Books 44(16) · diakses 24 Okt 2026

  6. 1934–1941
    Pemerintahan kolonialDilaporkanSeluruh pulau

    Tambang nikel pertama di Pomalaa

    Pomalaa, Kolaka · nikel

    Pada 1934 Oost-Borneo Maatschappij mulai eksplorasi nikel di Pomalaa. Penambangan dimulai pada 1938. Bijihnya diekspor ke Jepang hingga 1942.

    Batasan: Sumber lain menyebut anak perusahaan (Boni Tolo) dan memberi tahun serta tonase berbeda.

    Sumber: Wood Mackenzie (2024) Pomalaa nickel operation (report summary) · diakses 24 Okt 2026

1942–1998: perang, kemerdekaan, dan Orde Baru

  1. 1942–1945
    Pemerintahan kolonialTerdokumentasiSeluruh pulau

    Pendudukan Jepang: nikel untuk perang

    Pomalaa, Kolaka · nikel

    Pada 1942 Sumitomo mengambil alih tambang Pomalaa dan membangun smelter di dekatnya. Tawanan perang dari Makassar dipaksa bekerja di tambang nikel pada Januari–September 1943. Smelter itu hancur dalam perang.

    Sumber: Stichting Indische Kamparchieven (2024) Celebes - bezetting en bersiap (per regio) · diakses 24 Okt 2026

  2. 1960–1968
    KemerdekaanDilaporkan

    Pabrik Semen Tonasa

    Tonasa, Pangkajene dan Kepulauan · batu gamping

    Tap MPRS 1960 mengamanatkan pembangunan pabrik semen di Indonesia bagian timur. Dengan bantuan Cekoslowakia dibangun pabrik di Tonasa, Pangkep, yang memakai batu kapur setempat. Pabrik diresmikan pada 2 November 1968.

    Batasan: Sumber berbeda apakah yang diresmikan pada 1968 pabriknya atau badan proyeknya.

    Sumber: Tribun-timur.com (2019) TRIBUNWIKI: Sejarah Berdirinya Perusahaan Tonasa di Tengah Kawasan Pangkep · diakses 24 Okt 2026

  3. 1967
    KebijakanTerdokumentasiSeluruh pulau

    UU Pertambangan 1967 dan Kontrak Karya

    Indonesia (national)

    Pada 2 Desember 1967 terbit UU No. 11/1967 tentang Ketentuan Pokok Pertambangan. UU ini memungkinkan Kontrak Karya dengan perusahaan asing. Kemudian PT Inco di Sorowako dan banyak kontrak emas di Sulawesi Utara memakai dasar ini.

    Sumber: JDIH BPK RI (1967) UU No. 11 Tahun 1967 tentang Ketentuan-Ketentuan Pokok Pertambangan · diakses 24 Okt 2026

  4. 1968
    KemerdekaanTerdokumentasi

    Kontrak Karya PT Inco

    Sorowako, Luwu Timur · nikel

    Pada Juli 1968 PT International Nickel Indonesia (PT Inco) didirikan. Perusahaan menandatangani Kontrak Karya dengan pemerintah selama 30 tahun sejak produksi komersial. Ini salah satu kontrak tambang asing besar pertama setelah UU Pertambangan 1967.

    Sumber: PT Vale Indonesia (2024) Our history in Indonesia · diakses 24 Okt 2026

  5. 1968
    KemerdekaanTerdokumentasiSeluruh pulau

    Kontrak Karya PT Inco

    Sorowako, Luwu Timur · nikel

    Pada Juli 1968 PT International Nickel Indonesia (PT Inco) didirikan. Perusahaan menandatangani Kontrak Karya dengan pemerintah selama 30 tahun sejak produksi komersial. Ini salah satu kontrak tambang asing besar pertama setelah UU Pertambangan 1967.

    Sumber: PT Vale Indonesia (2024) Our history in Indonesia · diakses 24 Okt 2026

  6. 1977–1978
    Penelitian dan perusahaan modernTerdokumentasi

    Smelter Sorowako mulai beroperasi

    Sorowako, Luwu Timur · nikel

    PT Inco membangun smelter penghasil nikel matte dari bijih laterit pada 1974–1978. Presiden Soeharto meresmikan pabrik pada 1977. Produksi komersial dimulai pada 1978.

    Batasan: Sumber menyebut 1977 atau 1978 sebagai tahun mulai.

    Sumber: Guiry; Dalvi (1987) P.T. INCO's Indonesian nickel project: An updating · diakses 24 Okt 2026

  7. 1977–1978
    Penelitian dan perusahaan modernTerdokumentasiSeluruh pulau

    Smelter Sorowako mulai beroperasi

    Sorowako, Luwu Timur · nikel

    PT Inco membangun smelter penghasil nikel matte dari bijih laterit pada 1974–1978. Presiden Soeharto meresmikan pabrik pada 1977. Produksi komersial dimulai pada 1978.

    Batasan: Sumber menyebut 1977 atau 1978 sebagai tahun mulai.

    Sumber: Guiry; Dalvi (1987) P.T. INCO's Indonesian nickel project: An updating · diakses 24 Okt 2026

  8. 1988–2024
    Penelitian dan perusahaan modernTerdokumentasi

    Proyek emas Awak Mas

    Awak Mas, Latimojong, Luwu · emas

    Battle Mountain Gold menemukan endapan emas Awak Mas pada 1988–1989 lewat survei di Luwu. Setelah itu beberapa pemilik melakukan pengeboran di bawah Kontrak Karya. PT Masmindo Dwi Area mulai membangun tambang di Ranteballa pada 2024.

    Batasan: Jadwal produksi beberapa kali diundur.

    Sumber: Nusantara Resources (2017) Awak Mas Gold Project - Awak Mas Deposit Summary Report, May 2017 · diakses 24 Okt 2026

Sejak 1999: desentralisasi hingga kini

  1. 2006–2011
    Penelitian dan perusahaan modernTerdokumentasi

    PT Inco menjadi PT Vale Indonesia

    Sorowako, Luwu Timur · nikel

    Perusahaan Brasil Vale membeli Inco pada 2006. Pada September 2011 perusahaan di Indonesia berganti nama menjadi PT Vale Indonesia Tbk. Sahamnya tercatat di bursa sejak 1990.

    Sumber: PT Vale Indonesia (2024) Our history in Indonesia · diakses 24 Okt 2026

  2. 2009
    KebijakanTerdokumentasiSeluruh pulau

    UU Minerba 2009

    Indonesia (national)

    Pada 12 Januari 2009 UU No. 4/2009 menggantikan UU 1967. UU ini mewajibkan pengolahan dan pemurnian di dalam negeri. Ini menjadi dasar larangan ekspor bijih mentah.

    Sumber: JDIH BPK RI (2009) UU No. 4 Tahun 2009 tentang Pertambangan Mineral dan Batubara · diakses 24 Okt 2026

  3. 2014–2020
    KebijakanTerdokumentasiSeluruh pulau

    Larangan ekspor bijih nikel

    Indonesia (national)

    Pada Januari 2014 Indonesia melarang ekspor bijih nikel mentah. Pada 2017–2019 bijih kadar rendah boleh diekspor dengan syarat. Sejak 1 Januari 2020 larangan penuh berlaku lagi; panel WTO pada 2022 menilai larangan itu melanggar aturan dagang.

    Batasan: Indonesia mengajukan banding; putusan belum berlaku.

    Sumber: World Trade Organization (2022) Indonesia - Measures Relating to Raw Materials (DS592), Report of the Panel · diakses 24 Okt 2026

  4. 2015
    Penelitian dan perusahaan modernTerdokumentasiSeluruh pulau

    Presiden resmikan smelter pertama IMIP

    Bahodopi, Morowali · nikel

    Pada 29 Mei 2015 Presiden Joko Widodo meresmikan smelter nikel pertama di IMIP. Sejak 2016 kawasan ini menjadi Proyek Strategis Nasional. Kawasan ini tumbuh menjadi salah satu kompleks nikel dan baja tahan karat terbesar di dunia.

    Sumber: PT IMIP (2024) FAQ - PT Indonesia Morowali Industrial Park · diakses 24 Okt 2026

  5. 2017
    KebijakanTerdokumentasiSeluruh pulau

    Indonesia meratifikasi Konvensi Minamata

    Indonesia (national) · merkuri

    Melalui UU No. 11/2017 Indonesia mengesahkan Konvensi Minamata tentang merkuri. Konvensi ini meminta negara mengurangi merkuri di tambang emas skala kecil. Hal ini menyentuh banyak daerah emas di Sulawesi.

    Sumber: JDIH BPK RI (2017) UU No. 11 Tahun 2017 tentang Pengesahan Minamata Convention on Mercury · diakses 24 Okt 2026

  6. 2019–2022
    InsidenTerdokumentasi

    Smelter nikel Bantaeng dan keluhan warga

    Kawasan Industri Bantaeng, Bantaeng · nikel

    Sekitar 2019 PT Huadi Nickel-Alloy Indonesia mengoperasikan smelter di Kawasan Industri Bantaeng. Warga mengeluhkan asap, debu dan air tercemar. Pada 2022 KLHK menjatuhkan sanksi administratif kepada perusahaan.

    Sumber: Mongabay Indonesia (2023) Riset: Smelter Nikel di Bantaeng Punya Dampak Buruk untuk Lingkungan dan Warga Sekitar · diakses 24 Okt 2026

  7. 2020
    InsidenTerdokumentasi

    Tambang pasir laut untuk Makassar New Port

    Spermonde waters off Makassar dan Takalar

    Sejak Februari 2020 kapal Boskalis menambang pasir laut untuk reklamasi Makassar New Port. Nelayan Pulau Kodingareng memprotes karena tangkapan mereka turun. Kasus ini memicu aksi nelayan dan penolakan dari kelompok lingkungan.

    Batasan: Kerugian nelayan diperkirakan oleh LSM, bukan studi independen.

    Sumber: Mongabay Indonesia (2020) Aksi Penolakan Nelayan dan Sengkarut Tambang Pasir Laut di Makassar · diakses 24 Okt 2026

  8. 2024
    KebijakanTerdokumentasi

    Dari Kontrak Karya ke IUPK

    Sorowako (Luwu Timur), Bahodopi (Morowali), Pomalaa (Kolaka) · nikel

    Pada 26 Februari 2024 divestasi saham kepada holding BUMN MIND ID selesai. Pada tahun yang sama Kontrak Karya berubah menjadi IUPK. PT Vale kini juga beroperasi di Bahodopi dan Pomalaa.

    Sumber: PT Vale Indonesia (2024) Our history in Indonesia · diakses 24 Okt 2026

Tersedia dengan akun gratis

Detail berikut hanya terlihat setelah masuk. Kami hanya menampilkan jenis dan jumlahnya di sini.

  • Pemegang izin146 Terkunci
  • Peringatan lingkungan6 Terkunci
  • Penilaian dampak0 Terkunci
Buat akun gratis